Cara Mudah Membuat Silabus dan RPP

cara membuat silabus dan rpp dengan mudah-Dengan membuat silabus dan RPP yang kreatif, sebagai guru Anda bisa menciptakan suasana belajar yang lebih efektif dan menyenangkan untuk para murid. Sehingga bukan hanya menerima pelajaran yang dijelaskan, tetapi siswa juga bisa bersenang-senang dan memiliki ingatan indah tentang sekolah.
Sayangnya kebanyakan guru di Indonesia hanya mengikuti RPP dan silabus yang sudah ada sebelumnya. Hal ini membuat kegiatan belajar mengajar jadi monoton dari tahun ke tahun. Bukan hanya muridnya, lama kelamaan Anda pun akan merasa bosan dengan RPP yang disiapkan untuk tahun ajaran tersebut.
Cara belajar tiap generasi juga akan berubah. RPP yang efektif ketika diterapkan ke murid tahun ajaran 2010/2011 sudah tidak akan relevan lagi jika masih diterapkan ke murid angkatan 2013/2014.
Oleh karena itu, mari belajar bersama cara mudah membuat silabus dan RPP kreatif untuk menciptakan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan.

Apa Itu Silabus?

Secara sederhana, silabus bisa diartikan sebagai rencana dasar atau garis besar pelaksanaan pembelajaran dan penilaian untuk siswa. Jika Anda berkuliah atau punya latar belakang di pendidikan guru, pastinya silabus ini sudah dijelaskan berkali-kali dalam hampir tiap perkuliahan.
Dalam dunia pendidikan, silabus ini sangat penting karena berperan sebagai penuntun dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Sebab di dalamnya terdapat 8 komponen utama, yaitu:
  1. Standar kompetensi
  2. Kompetensi dasar
  3. Materi pokok
  4. Indikator pencapaian kompetensi dasar
  5. Rencana kegiatan pembelajaran
  6. Alokasi waktu
  7. Penilaian
  8. Sumber belajar
Fungsi utama dari dibuatnya silabus ini adalah agar para guru bisa membuat para muridnya memiliki kompetensi dasar atau KD berdasarkan standar kompetensi atau SK yang sudah ditentukan. Dan untuk mengetahui murid mana yang sudah memiliki KD, dibutuhkan indikator-indikator tertentu sebagai penanda.
Dengan dibuatnya silabus, Anda sebagai guru akan lebih mudah menentukan kemana arah pembelajaran dari hari ke hari. Sebab jika tidak diarahkan, materi yang disampaikan bisa jadi lebih lambat dari sekolah lain dan membuat murid tidak bisa memiliki kompetensi dasar sesuai waktu yang ditentukan.
Walaupun memang, setiap murid punya kemampuan yang berbeda-beda dalam menerima pelajaran. Oleh karena itu dibuatlah RPP agar proses belajar mengajar bisa berjalan sesuai karakteristik murid.

Apa Itu RPP?

Rpp dan Silabus merupakan 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. Jika silabus digunakan untuk menentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar para siswa beserta indikatornya, pengertian RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah susunan rencana yang nantinya akan dijalankan agar para siswa bisa mencapai kompetensi dasar berdasarkan indikator yang sudah ditentukan.
Tujuan utama dari RPP hanya ada 2, yaitu:
1.Mempermudah, memperlancar, serta meningkatkan hasil dari proses belajar mengajar selama 1 tahun ajaran
2.Membantu guru melihat, menganalisis, memahami dan memprediksi program pembelajaran yang lebih efektif untuk para siswanya
Jika Anda bingung, perbedaan silabus dan RPP adalah dalam isinya. Jika silabus hanya diisi dengan perencanaan kompetensi yang harus dimiliki murid dalam waktu tertentu, RPP diisi dengan langkah-langkah atau cara pembelajaran agar murid bisa memiliki kompetensi dasar yang ditentukan dalam silabus.
Selain itu RPP umumnya dibuat untuk setiap BAB atau bahkan setiap pertemuan. Sedangkan silabus dibuat untuk satu semester atau satu tahun ajaran. Artinya RPP dibuat dengan lebih rinci sedangkan silabus dibuat dengan KD yang lebih luas.
Sedangkan cara membuat silabus dan RPP umumnya tidak jauh berbeda dan dilakukan dalam waktu yang berdekatan.

Hal yang Membuat Silabus dan RPP Tidak Efektif

Membuat silabus dan RPP yang tidak efektif akan memberi dampak yang sangat besar untuk proses belajar mengajar yang Anda lakukan. Mulai dari murid-murid yang sulit menerima pelajaran, nilai tiba-tiba anjlok, atau sulitnya menyelaraskan indikator kompetensi dengan kompetensi dasar.
Agar hal tersebut tidak Anda alami, ketahuilah apa saja hal yang membuat silabus dan RPP jadi tidak efektif dan relevan untuk murid yang diajar.

1. Hanya Menyalin RPP dan Silabus dari Tahun-Tahun Sebelumnya

Merancang RPP dan silabus memang tidak mudah, bahkan bisa dibilang sebagai tugas paling berat dalam pekerjaan menjadi seorang guru. Apalagi cara membuat silabus kurikulum 2013 kini jadi semakin rumit karena mengedepankan kreativitas siswa.
Tapi seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, cara belajar dan mengingat siswa-siswi Anda akan berubah seiring perkembangan zaman. Jika dulu murid lebih mudah mempelajari suatu hal dengan membaca, sekarang kebanyakan orang akan lebih mudah mengingat jika dibacakan atau dijelaskan langsung dengan lisan.
Oleh karena itu, RPP yang dibuat pun harus berubah sesuai dengan karakteristik para murid dalam tahun ajaran tersebut.

2. Membuat RPP yang Terlalu Kaku atau Terbatas

Memang tidak bisa disangkal jika apa yang tertulis di RPP akan jauh berbeda dengan apa yang terjadi di lapangan atau di kelas nantinya. Sedangkan dengan membuat rancangan pembelajaran yang tidak fleksibel, Anda akan bingung dalam menentukan nilai atau alokasi waktu dalam laporan.
Itulah mengapa Anda tidak disarankan menyalin dari RPP tahun-tahun sebelumnya. Sebab silabus dan RPP jaman dulu masih sangat terbatas dan sulit dikembangkan di lapangan.
Kami justru menyarankan menggunakan RPP atau silabus dari guru dulu yang mengajar murid Anda saat ini. Misalnya jika Anda akan mengajar mata pelajaran kimia untuk murid kelas 2 SMA, gunakanlah RPP dan silabus milik guru kimia kelas 1 SMA yang sudah mengajar calon siswa Anda.
Dengan cara tersebut, Anda bisa mendapatkan referensi tentang bagaimana karakteristik calon murid serta bagaimana rencana pembelajaran yang kira-kira bisa diterapkan.

3. Hanya Terpaku Pada Satu Indikator Kompetensi

Kebanyakan contoh silabus dan RPP K13 sudah menerapkan 3 indikator kompetensi yang paling utama yaitu:
Sikap
Pengetahuan
Keterampilan
Tetapi masih banyak pula guru yang hanya terpaku pada satu indikator, yaitu pengetahuan murid. Walaupun pengetahuan sangat penting, tapi sikap dan keterampilan juga harus jadi pertimbangan yang tidak boleh dilupakan ketika menentukan kompetensi murid.
Selain itu, adanya kurikulum 2013 ini adalah agar para siswa juga lebih diharapkan bisa lebih terampil dan kreatif dalam menerapkan pengetahuan yang mereka pelajari dalam kelas.
Oleh karena itu, memasukan ujian praktek atau kegiatan di lapangan minimal 1 kali dalam setiap RPP wajib dilakukan untuk mengetahui keterampilan tiap murid.

4. Hanya Menentukan Penilaian Berdasarkan Hafalan

Hal terakhir yang membuat silabus dan RPP tidak efektif adalah karena masih bergantung pada hafalan untuk menentukan kompetensi murid. Seperti yang dikatakan sebelumnya, dalam pengembangan silabus dan RPP kurikulum 2013 Anda tidak boleh terpaku pada hafalan saja.
Cobalah kembangkan tes dengan membuat ujian lisan, proyek-proyek kecil, atau tes keterampilan lainnya. Dengan begitu, Anda bisa menguji pemahaman dan kompetensi murid dengan lebih jelas.
Sebab jika hanya berdasarkan hafalan, bisa saja murid membuat contekan atau hanya menghafal bagian-bagian tertentu dari materi tanpa mengerti maksud yang sebenarnya dari BAB tersebut.

Tips dan Cara Membuat Silabus dan RPP yang Kreatif dan Efektif

Setelah mengetahui apa saja yang membuat silabus dan RPP jadi tidak efektif, sekarang waktunya Anda membuat sendiri RPP dan silabus dari awal sesuai dengan karakteristik murid dan cara mengajar. Pastinya hal ini tidak akan mudah dan akan menyita banyak waktu.
Oleh karena itu, kami akan beri sedikit tips cara membuat RPP dan silabus kreatif agar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan lebih efektif untuk para siswa.

1. Pahami Dulu Karakteristik Siswa yang Diajar

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, langkah pertama dalam membuat RPP dan silabus yang bisa diterima oleh para murid adalah dengan menyesuaikannya dengan karakter murid yang akan Anda ajari. Salah satu caranya adalah dengan berkonsultasi dengan guru sebelumnya.
Dalam satu kelas, tentu ada berbagai macam karakter murid dengan cara belajar yang berbeda-beda. Oleh karena itu, Anda perlu membuat RPP yang fleksibel dan bisa diterima oleh seluruh murid dalam kelas tersebut.

2. Buat Indikator Penilaian Berdasarkan Pemahaman Murid Terhadap Materi

Selanjutnya, buatlah indikator penilaian yang tidak hanya berdasar pada hafalan saja. Dalam kurikulum 2013 ini, menguji kompetensi murid dengan cara menjelaskan ulang materi yang sudah diajarkan saja rasanya kurang efektif. Sebab hafalan tersebut bisa hilang dalam waktu singkat jika murid hanya paham apa yang mereka jelaskan dari buku.
Oleh karena itu, indikator penilaian harus dibuat berdasarkan tes yang lebih luas lagi. Salah satu contoh tes yang paling disukai oleh siswa adalah tes praktek atau dengan membuat proyek kecil.

3. Buat RPP yang Bisa Dikembangkan Lagi di Kelas

Karena apa yang akan terjadi di kelas akan berbeda dengan yang ada di RPP, Anda perlu membuat silabus dan RPP yang bisa dikembangkan lagi ketika sedang mengajar namun tidak keluar dari tujuan yang ditulis di RPP.
Misalnya jika menjelaskan menggunakan presentasi PPT tidak bisa dimengerti oleh murid, Anda perlu mengembangkan medianya menjadi dengan alat peraga asil.
Dengan begitu, tujuan presentasi agar murid paham dengan materi yang disampaikan bisa tetap tercapai meskipun media dan alat yang digunakan berbeda dengan yang ditulis di RPP.

4. Jangan Lupa Berkoordinasi dengan Pelaksana Program Sekolah atau Guru yang Lain

Satu hal yang sering dilupakan ketika membuat silabus dan RPP tentang ujian praktek atau kegiatan yang menggunakan fasilitas sekolah adalah tidak berkoordinasi dengan guru yang lain. Sehingga membuat ujian praktek menjadi tidak maksimal karena keterbatasan tempat maupun alat yang seharusnya digunakan.
Oleh karena itu, pastikan untuk berkoordinasi dulu dengan pelaksana program sekolah yang lain. Atau jika memang guru dan petugas lainnya sulit diajak berkoordinasi, Anda perlu membuat rencana pembelajaran cadangan untuk setiap kegiatan yang berhubungan dengan praktek.

5. Amati, Tiru, Modifikasi

Tips membuat silabus dan RPP yang terakhir adalah dengan selalu menerapkan cara ATM (Amati, Tiru, Modifikasi).
Anda bukannya tidak boleh melihat contoh silabus dan RPP SD dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab yang tidak boleh adalah menyalin seluruh RPP tersebut. Sedangkan jika menggunakan RPP yang sudah ada sebagai referensi justru menjadi langkah yang sangat tepat.

Penutup & Kesimpulan

Itulah dia cara mudah membuat silabus dan RPP kreatif dan efektif agar murid Anda bisa mencapai kompetensi dasar sesuai standar yang sudah ditetapkan. Jangan lupa untuk terus melakukan pengembangan pada RPP yang Anda buat demi menciptakan kegiatan belajar mengajar yang tidak membosankan.